Backup System Windows Xp dengan Booting USB

Posted on 07.19 | By si huma internet dan jaringan | In

Backup System Windows Xp dengan Booting USB

Untuk berjaga-jaga adanya kerusakan pada system laptop, kita sebaiknya melakukan backup system windows kita sehingga suatu saat jika ada kerusakan pada system kita bisa mengembalikan dengan cepat yaitu tinggal merestore windows kita dengan Ghost Boot USB. tidak harus instal ulang windows nya.
Syarat agar bisa melakukan Backup windows:
  1. Silahkan download terlebih dahulu aplikasi Ghost Boot USB
  2. USB untuk melakukan booting dan menjalankan aplikasi Ghost
  3. Windows harus mempunya lebih dari 1 partisi karena kita tidak bisa melakukan backup dan restore windows hanya 1 partisi
Langkah persiapan backup windows
Untuk persiapan pertama USB yang kita pakai harus bisa booting USB, agar USB bisa dipakai booting maka harus diformat dengan tool yang ada dalam paket download.
Langkah Format USB:
  • Unrar file yang sudah didownload
  • Masukkan USB yang ingin dibuat booting
  • Jalankan Format Tool.exe yang ada dalam folder Format USB
  • Di Device biasanya sudah terbaca jenis USB yang dimasukkan
  • Pada Format Options conteng Create a DOS startup disk
  • Di kolom Using DOS system files located at Arahkan ke foldar Boot di paket download yang sudah diunrar
  • Klik tombol Start untuk melakukan format USB dan tunggu sampai proses format selesai
Selanjutnya langkah Backup Windows Dengan Symantec Ghost 11.5
  • Setelah selesai Format USB selanjutnya copy file GHOST.exe yang ada di folder GHOST ke USB
  • Restart komputer untuk melakukan booting USB ( jangan lupa merubah seting bios supaya USB yang kita pakai sebagai booting pertama di bios )
  • Kalau sudah benar setingan bioas USB booting pertama maka akan lngsung masuk command prompt C:\
  • Pada C:\ ketik ghost.exe kemudian Enter (c:\ghost.exe)
  • Setelah aplikasi Ghost terbuka, Pada menu pilih Local -> Partition -> To Image
  • Akan terlihat jenis Hardisk, pilih sesuai dengan yang dipakai, lalu klik OK
  • Setelah itu terlihat jumlah partisi yang ada di komputer, pilih partisi dimana windows diinstal dan biasanya dipartisi C, kemudian klik OK
  • Pilih di mana backup windows disimpan kemudian beri nama ( biasanya bisa disimpan di partisi D,E atau CD rom, kemudian klik Save
  • Setelah itu diberi tiga pilihan komres file backup yang akan dilakaukan, rekomendasi pilih yang Fast
  • Setelah itu muncul peringatan apa benar ingin membuat beckup windows, klik saja Yes
  • Tunggu sampai proses backup windows selesai 100%
Setelah backup windows selesai silahkan restart dan cabut USB kemudian masuk ke windows lihat dan cek lg hasil backup windows yang telah dilakukan biasanya file hasil backup berextensi .GHO dan hasil backup cukup lumayan besar, kalau windows XP plus instal driver dan aplikasi secukupnya besarannya sekitar 3 GB. Silahkan simpan baik-baik hasil backup windows yang dibuat atau kalau perlu simpan di DVD agar suatu saat bila terjadi kerusakan windows bisa dengan mudah mengembalikannya.
sumber : http://www.ajurna.net/2011/04/backup-system-windows-xp-dengan-booting-usb.html

ClearOS Sebagai External Proxy MikroTik

Posted on 16.18 | By si huma internet dan jaringan | In

ClearOS Sebagai External Proxy MikroTik

Tulisan ini adalah rangkuman dari beberapa tutorial tentang clearos sebagai external proxy mikrotik.
Dari beberapa tutorila yang ada, warnet pakai speedy telah melakukan trial and error (salah satu lan card cebol hahahaha) sehingga didapatkan hasil yang sesuai dengan yang warnet pakai speedy harapkan.
Topologi Jaringan
Topologi jaringan disesuaikan dengan gambar diatas:
Modem (Speedy) Interface


Interface IP Address Keterangan
Port 1 192.168.1.1 IP Public ke Ether0 Mikrotik
Mikrotik Interface

Interface IP Address Keterangan
Ether0 192.168.1.2 Ke Modem
Ether1 192.168.2.1 Ke Swicth Hub (Client)
Ether2 192.168.3.1 Ke External Proxy ClearOS
Ether3 0.0.0.0 -
Ether4 0.0.0.0 -
ClearOS dijadikan Transparent Proxy, client dipaksa melewati proxy  sebelum langsung menuju internet. Setting di browser (mozilla firefox, google chrome, opera, internet explorer) tidak perlu lagi dilakukan.
ClearOS Interface (Standalone Mode)

Iterface IP Address Keterangan
LanCard 192.168.3.2 Ke Mikrotik Ether2
Catt : ClearOS sudah terinstal dengan Standalone Mode.
Dengan gambar diatas semua settingan sudah berjalan dengan baik dan sudah konek ke internet dengan baik. (dari client sudah bisa internet).
Agar semua PC Client secara otomatis melewati external proxy, PENTING!!!, masukkan script NAT dimikrotik seperti dibawah ini:
/ip firewall nat add chain=dstnat \ src-address=!192.168.3.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=dst-nat \ to-addresses=192.168.3.2 to-ports=3128 comment="" disabled=no

KONFIGURASI CLEAROS SEBAGAI EXTERNAL PROXY

  • Set ClearOS menjadi Transparent Proxy (agar lebih mudah untuk mengedit file gunakan PUTTY) atau WinSCP (silahkahkan cari di google)
    • Edit file : /etc/firewal
Remote Console
    • Cari dan rubah SQUID_TRANSPARENT="off" menjadi SQUID_TRANSPARENT="on"
    • Simpan hasil editan dengan menekan tombol CTR+O
    • Jalankan external proxy ClearOS #service squid restar

  • Edit file /etc/resolv.conf , tambahkan DNS ISP
cat resolv.conf
nameserver 203.130.196.155 (sesuaikan dengan DNS ISP)
  • Pastikan gateway Proxy ClearOS sudah ke IP Proxy Mikrotik, cari file ifcfg-eth0 ada di direktory /etc/sysconfig/network-scripts
cat
ifcfg-eth0
DEVICE=eth0
TYPE="Ethernet"
ONBOOT="yes"
USERCTL="no"
BOOTPROTO="static"
IPADDR="192.168.3.2"
NETMASK="255.255.255.0"
HWADDR="00:80:da:24:6c:73"
GATEWAY="192.168.3.1"
  • Aktifkan Webproxy ClearOS dari Web Config Clear OS
    • Masuk ke ClearOS dari Browser : https://192.168.3.2:81 enter!
    • Pada Menu “Gateway ----> Web Proxy : Klik Start
Web Config ClearOS
  • Silahkan lihat hitnya di Mikrotik interface Proxy
  • Selesai (Good Luck)

sumber : http://arjomangil.blogspot.com/2012/10/clearos-sebagai-external-proxy-mikrotik_16.html

NetCut dan penyusup hotspot

Posted on 21.36 | By si huma internet dan jaringan | In

mau ngumpulin aja jadi satu tentang menceggah pembobol wifi / hotspot tanpa masuk login usermanager:
cara yang bisa dilakukan
* netmask /32 ---> agar host yang satu, tidak bisa saling komunikasi dengan host yang lain
* add arp for leases ---> agar MAC tersebut "mengingat" IP Addressnya
* reply-only ---> agar yang ganti IP secara manual, tidak bisa konek
* IP per MAC address = 1 ---> satu MAC Address, satu IP
* block/drop ICMP ---> agar tidak bisa PING, metode ini digunakan NETCUT untuk mencari host yang LIVE (caranya : /ip fi firewall add chain=forward prot=icmp action=drop )
* client isolation (kalo AP-nya support) Click here to enlarge ---> agar client-client wireless, tidak saling "GANGGU"

cara Add arp for leases:
Artikel ini ditujukan untuk para admin jaringan yang sering dibuat pusing oleh para user yang sering mengganti IP komputer mereka dari Obtain (DHCP Client) menjadi static. Perubahan ini dapat menyebabkan policy yang telah diatur jadi berantakan, bahkan juga sering menyebabkan terjadinya IP Conflict, yang akan sulit mendeteksi darimana datangnya IP Conflict tersebut.
Namun bagi admin jaringan yang menggunakan Mikrotik sebagai router sekaligus DHCP server, kini tidak usah khawatir, karena konfigurasi ini dapat memaksa agar client mengeset kembali IP komputer mereka menjadi Obtain IP (DHCP Client). Karena apabila user tersebut memaksa menggunakan IP Static, maka akibat yang terjadi adalah komputer tersebut tidak akan dapat koneksi ke Internet atau ke jaringan lain yang melewati Router Mikrotik tersebut.
Cara konfigurasinya cukup simple :
1. Masuk ke winbox Mikrotik
2. Klik Interfacec, kemudian double klik interface LAN yang digunakan sebagai interface DHCP
3. Pilih di bagian ARP : Reply-Only

4. Konfigurasi di DHCP Server untuk menambahkan ARP ketika terjadi DHCP-lease. Klik IP–>DHCP Server, edit DHCP, check Add ARP for leases

5.  Selesai, dan silahkan dicoba koneksi dari komputer yang di set Static IP dan dari komputer yang diset Obtain IP. lihat hasilnya !!
Kemudian ada pertanyaan, bagaimana untuk komputer server atau komputer lain yang memang ingin di set IP Static, namun ingin tetap dapat koneksi ke Internet atau ke network lain melalui Router Mikrotik tersebut?
Yup, jawabannya adalah dengan mengeset ARP static IP komputer yang diinginkan dan Mac-Addressnya di menu  IP –> ARP.
Jadi prinsip kerja konfigurasi ini adalah, Router Mikrotik tidak akan pernah melakukan ARP Request untuk IP address-IP Address yang tidak ada di dalam tabel ARP-nya. Karena Interface yang digunakan untuk Interface DHCP yang sekaligus sebagai interface gateway hanya mampu melakukan ARP-Reply saja.
Sehingga router Mikrotik hanya akan meneruskan packet ke tujuan yang sudah ada di ARP table-nya.
Simple khan? Silahkan mencoba

setting-ap-hotspot-biar-bisa-di-ping dan diremot dari server

Posted on 17.28 | By si huma internet dan jaringan | In

masuk ke menu IP Hotspot... trus pilih server profil.. untuk jenis login yg kita pakai adalah "mac dan http chap" disini kita asumsikan bahwa si AP ubiquiti adalah client, supaya dia bisa bypass dan tidak kena rule authentikasi hotspot.. maka mac address nya kita daftarkan dan ip nya kita static kan..


untuk menuju langkah itu anda masuk menu "users".. dan cukup mengcopy paste mac address ubiquiti di kolom "name" dan password kita kosongkan supaya si radio bypass rule hotspot.
PENTING!! Setelah AP Ubiquiti mac address nya sudah kita daftar kan.. di users pada kolom name. Password jangan di isi... lalu IP kita samakan dengan IP yg kita tulis di Ubiquiti usahakn dan wajib untuk gateway pada radio ubiquiti harus mengarah ke IP server hotspot.

dan langkah terakhir kita coba ping ke arah IP radio 192.168.100.253...
wal hasil tidak time out,...

 tambahkan NAT: ip firewall NAT + Chain : srcnat, out interface: ether3hotspot(sesuaikan), action : masquarade

reboot mikrotik

Akhirul kalam. sepertinya kita berhasil..

sumber: dikutip dari http://the-whiskers.blogspot.com/2011/08/setting-ap-hotspot-biar-bisa-di-ping.html